Langsung ke konten utama

jadi pelatih(6 pt.3)


Latihan hoki
Ini cerita sabtu kmaren. Saking sok sibuknya baru bisa posting hari ini.
Karena ngobrol ama ce di musola jadi agak telat deh ke gor untuk latihan. Begitu masuk ke gor, degg gue terkejut bukan kepalang, Serasa... aduuh aku g bagus dalam perandaian. pokoknya gue terkejut!!.
Yg aku lihat, beberapa anak main hoki... begitu kulihat kesamping aku terperanjat dengan penuh gaya. Karena kulihat uni (kelas X-2, anak hoki cewe satu-satunya) duduk ngajedog kayak anak ilang. Idiiiih yang lain knapa g ngajak maen. Hatiku teriris-iris... huft.
Gue nanya k mreka: mas fajar belon dateng?
Mreka: belum mas

Akhirnya aku yang berperan sebagai pelatih. Padahal niat awalnya cm have fun eh malah jadi gini. Ampe akhir mas fajar g dateng. Delapan orang anggota hoki ini pun agak susah diatur. Ternyata jadi pelatih dan pemimpin itu g mudah.

Akhirnya, waktu aku nulis ini didesak temanku rinaldi cahyono untuk cepet2 pulang dari kampus, mo pulang bareng. Jadi sampe jumpa besok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyerah

Aku ingin menyerah. Tapi setelah sekian lama menjadi "fay on fire", memilih untuk menyerah sama sekali tidak mudah. Percayalah... aku ingin sekali bisa pasrah dan menerima bahwa aku payah. Pada dasarnya aku ini orang gak berguna yang gak bisa apa-apa. berpenampilan buruk, pola pikir aneh dan anti sosial. (ya ampun! ngeri banget ya? aku aja jijik sendiri). Krisis kepercayaan diri akut. Sampai suatu ketika aku memutuskan untuk mencoba untuk berpura-pura menjadi seseorang yang benar-benar berbeda: Fay on Fire. Sosok yang penuh percaya diri, positif dan senang berteman. (walau agak bodoh, malu-maluin dan ceroboh). walau pura-pura, lama-lama terbiasa dan menikmatinya. tapi setelah sekian lama, usaha untuk merubah diri tidak memberikan hasil berarti. Tidak pernah mencapai hal-hal hebat yang bisa dibanggakan. Banyak hal terjadi yang sangat aku syukuri. Tapi tetap saja tidak cukup baik. selama ini aku terlalu membanggakan hal-hal kecil yang kucapai padahal kalau dipikir...

Caca Kecetit

08-09-14             Hari senin kita latihan. Tapi latihannya gak bisa di dalem GOR soalnya GOR disewa sama puslatcab voli. Jadi kita latihan fisik di Parkiran mobil di depan GOR. Jangan khawatir, yang latihan banyak kok.             Tapi waktu jogging keliling parkiran mobil bareng anak-anak Caca merasakan sakit yang perlahan menjalar di tengkuknya. Ia memegangi bagian belakang lehernya itu lalu memijatnya. Tapi rasa sakitnya tidak mau hilang. Sepertinya ototnya kram. Akhirnya Caca terus jogging sambil memegang tengkuknya.             Setelah selesai jogging rasa sakit di tengkuk Caca masih ada.             “Caca kenapa?” teman-teman yang lain duduk mengitari Caca karena khawatir.             “Nggak apa-apa kok,” Ca...

sidang proposal

Bangun pagi. Bikin PPT walo belum selese. Pake Baju putih pinjeman (yang kemaren beli g dipake. sedih deh). Ke RS mau tanya prosedur penelitian. Bingung cari ruangannya. Ketemu. Koordinator penelitiannya gak ada ditempat, suruh taruh surat biar besok dibikinkan surat balasannya. Ke Delia tanya roti. Aku kirim pesan eh ternyata doi baru bangun. Delia muncul di balkon atas. kita kayak romeo juliet gitu. Katanya aku duluan aja biar rotinya dibeliin Delia. Aku juga musti banyak yang disiapin (PPT belum). Ke kampus beli jajanan pasar di Kopma sepuluh buah buat sesajen traktiran anak-anak.  Presentasiku parah abis. dari skala 1-10 nilainya minus 7,5. semua indikator presentasi aku gagal memenuhinya, malah ancur abis. Aku juga gak tau jalannya sidang. Parah. rasanya setelah sidang hampa dan gak tau apa yang terjadi. Habis sidang leha-leha nge-blank. Jam 1 bareng adek kelasku yang kemaren nonton. kita ke Mallnya gitu. pertama kali aku kesana (derita jomblo ngenes). Aku gak bawa ...